Jumat, 25 Oktober 2013

Pre - Event - Post

NAMA            : YUSRIANI
NIM                : 210240032
KONS.            : EPIDEMIOLOGI

Bencana Banjir Jakarta tanggal 17-27 Januari 2013

Daerah ibu kota negara Jakarta yang terkena bencana banjir besar. Tidak tanggung-tanggung musibah banjir awal tahun 2013 ini bahkan sampai melanda jantung kota Jakarta yakni bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Istana Negara pada tanggal 17-27 Januari 2013. Bencana banjir ini menggenangi hampir seluruh wilayah Jakarta dan menimbulkan korban jiwa, dan korban luka-luka.
1.        Pre event bencana banjir Jakarta
a.         Kegiatan pencegahan :
1)             Pembuatan Kanal Banjir Jakarta yang dibuat agar aliran sungai Ciliwung melintas di luar Batavia, tidak di tengah kota Batavia. Kanal banjir ini merupakan gagasan Prof H van Breen dari Burgelijke Openbare Werken atau disingkat BOW, cikal bakal Departemen PU, yang dirilis tahun 1920. Studi ini dilakukan setelah banjir besar melanda Jakarta dua tahun sebelumnya. Inti konsep ini adalah pengendalian aliran air dari hulu sungai dan mengatur volume air yang masuk ke kota Jakarta dan diharapkan dapat menanggulangi banjir berikutnya.
2)             Persiapan menghadapi bencana banjir sudah cukup matang bahkan Gubernur Jakarta Joko widodo telah melakukan gladi lapang dengan jajaran aparaturnya jauh sebelum banjir besar terjadi.
b.      Prediksi sebelum terjadinya banjir besar/penyebab :
1)             Curah hujan hingga pertengahan Januari 2013, Jakarta tercatat mencapai rekor curah hujan hingga 250-300mm.
2)             Masalah drainase. Sampah yang menyumbat drainase dan menghalangi aliran air menuju pompa yang telah terpasang.
3)             Terjadi beberapa kerusakan tanggul, akhir tahun 2012 dimulai dari tanggul di Kali Adem, Muara Angke, Penjaringan Jakarta Utara, tanggul di Kali Cipinang, tanggul Kali Laya Pekayon Jakarta Timur, awal tahun 2013 menyusul tanggul di Kedoya Selatan, Kebun Jeruk, jebol dan menyebabkan banjir setinggi dua meter. Tanggul ini juga tercatat memiliki konstruksi buruk karena hanya dibuat dari karung pasir, sehingga tidak kuat menahan air Kali Pesanggrahan.

2.      Event / saat kejadian banjir besar :
a.       Saat Kejadian :
1)                  Banyaknya titik genangan banjir menyebabkan Pemerintah DKI Jakarta menetapkan tanggap darurat selama 10 hari dari tanggal 17-27 Januari 2013.
2)                  Tak cuma obyek-obyek vital di Jakarta yang terkena banjir, Istana Presiden pun juga kena banjir. Bahkan banjir di kompleks Istana mencapai 30 centimeter. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu pun memantau banjir di Istana.
b.      Kegiatan yang dilakukan saat terjadinya banjir :
1)                  Semua pihak dikerahkan baik dari aparatur pemerintah DKI Jakarta, TNI, Polri dan Tim SAR untuk membantu proses evakuasi dan pendistribusian bantuan bagi korban banjir.
2)                  Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi selama banjir, antara lain pendirian posko bantuan di titik-titik yang terkena banjir, relokasi pengungsi ke rumah susun, hingga pengumuman status darurat banjir.

3.      Post event yang mencakup kegiatan pemulihan/rehabilitasi, dan rekonstruksi.
a.         Korban yang tercatat setelah bencana banjir  :
1)             Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan jumlah resmi korban yang tercatat selama banjir Jakarta 2013, 20 korban jiwa, dan sekitar 33.502 orang terpaksa mengungsi.
b.      Kegiatan pemulihan
1)             Pendirian posko transisi yang menjadi posko pengaduan selama menuju  pemulihan  akibat banjir.
2)             Kementerian Kesehatan menyiagakan posko kesehatan dan tenaga kesehatan untuk memonitor dan antisipasi kejadian luar biasa (KLB) pasca-bencana. Bentuk antisipasi itu antara lain melakukan fogging.
3)             Pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat.
4)             Pemulihan sosial psikologis.
5)              Pelayanan kesehatan.
6)             Pemulihan sosial ekonomi budaya.
7)              Pemulihan keamanan dan ketertiban serta pemulihan fungsi pelayanan publik.
c.       Kegiatan rekonstruksi
1)             BPPT dan BNPB melakukan upaya modifikasi cuaca, dengan cara mencegah pembentukan awan dan menurunkan hujan di luar wilayah rawan banjir. Untuk kerjasama ini, BNPB mengeluarkan biaya hingga Rp 13 Miliar.
2)             Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat segera menyetujui pencairan anggaran darurat penanggulangan bencana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebanyak Rp 2,037 trlliun untuk penanganan banjir Jakarta. Anggaran itu akan digunakan Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur, normalisasi Sungai Ciliwung, dan penyediaan dana tanggap darurat.
3)             Dilakukan berbagai kegiatan yakni perbaikan segera tanggul sungai, laut, dan waduk. Kemudian perbaikan pompa-pompa air, pembersihan dan pengerukan sampah di sungai dan saluran air lainnya.

4)             Selanjutnya, pembersihan lumpur dan sampah di permukiman dan jalan, serta perbaikan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya.
Poskan komentar dengan
Poskan komentar dengan

Tidak ada komentar: